Pembuatan Video Yang Baik dengan Pengaplikasian Tekniknya

Video Marketing 14 Jan 2019
ditulis oleh :

Hal-hal penting dan mendasar dalam Pembuatan Video yang Perlu Diketahui

Saat ini pekembangan teknologi multimedia sudah tak bisa dibendung lagi. Segala hal kreatif bertebaran di dunia maya dengan mudahnya, termasuk video. Banyak video kreatif dan bermanfaat mampu membuat decak kagum para penikmatnya (penonton), bahkan tak jarang Anda sendiri tertarik membuatnya.

Kini Anda tak perlu khawatir lagi Anda juga bisa membuatnya sendiri dengan mudah tanpa hanya melihat saja. Anda dapat membuat berbagai video yang Anda inginkan dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk mengetahui bagaimana pembuatan video lebih lanjut lagi, Anda pelu mengetahui apa sebenarnya video dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Apasih video itu?

Video dapat didefinisikan sebagai teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Umunya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik atau media digital. Namun video yang saat ini ini banyak kita ketahui adalah video digital.

Video digital sendiri berarti berkas komputeryang digunakan untuk menyimpan kumpulan berkas digital seperti video, audio, metadata, informasi, dll. Kumpulan berkas tersebut selanjutnya dapat dimainkan atau digunakan melalui perangkat lunak tertentu computer. Untuk melakukan digitalisasi dan penyimpanan klip video full-motion selama 1 menit ke dalam komputerharus dilakukan transfer data terlebih dulu.

Alat yang dapat digunakan dalam pembuatan video adalah camcorder, yang bisa digunakan untuk merekam gambar-gambar video daan audio. Sebuah handycame/camcorder terdiri dari camera dan recoder, dimana camera berfungsi untuk mengambil gambar sedangkan recorder untuk merekam gambar. Selain itu juga dibutuhkan tripod yang berfungsi untuk meminimalisir guncangan, lighting pun dibutuhkan untuk menghasilkan gambar yang tajam berkualitas.

Dalam pengertian lain, video atau bisa juga disebut film adalah rangkaian banyak frame gambar yang diputar dengan cepat. Masing-masing frame merupakan rekaman dan tahapan dari suatu gerakan. Semakin cepat perputarannya maka semakin halus pula gerakannya, walaupun sebenarnya terdapat jeda antara frame namun manusia tak dapat menangkapnya.

Dalam dunia perfilman terdapat standar kecepatan pemutaran frame, dan standar tersebut ditetapkan sesuai aturan yang ditetapkan oleh negara. Beberapa negara memiliki standar yang berbeda, sehingga standar di negara A misalnya, tidak bisa diterapkan di negara B. Standar video ditetapkan oleh Society of Motion Picture and Television Engineers (SMPTE) berlokasi di USA didirikan pada tahun 1916.

Dunia Video dan Macam-macamnya

Dunia video mulai tumbuh subur di Indonesia di tahun 1930 an. Kemudian seiring berjalannya waktu di tahun 1960 an, video menjadi sebuah industry dengan menghasilkan berbagai macam jenisnya. Video ini dapat berupa Film, Sinetron, Infotaiment, reality Sow, Iklan, video klip dan berita serta informasi.

Proses Pembuatan Vidio atau Film

Sebelum melakukan pembuatan video diperlukan proses yang panjang dan hendaknya dilakukan secara berurutan, untuk menjadikan hasil video yang maksimal. Hal yang perlu dilakukan sebelum membuat video sederhana adalah,

• Konsep video (drama, komedi, musical, dokumen)

• Referensi video

• Nasakah atau skrip

• Storyboard

• Alat yang dibutuhkan

Untuk pembuatan film yang perlu disiapkan yakni,

• pembuatan naskah,

• script,

• visual storytelling,

• storyboard,

• diskusi konsep produksi,

• rundown

• director treatment, dan

• floor plan.

Proses Pembuatan Video Secara Teknikal

Dalam pembuatan video perlu melewati beberapa tahapan yakni tahap praproduksi, produksi, dan pasca produksi.

1. Praproduksi

Pada tahap ini, film belum dibuat tetapi persiapan yang dibutuhkan sudah direncanakan, mulai dari tema yang dikembangkan menjadi synopsis. Dalam tahap ini akan diuraikan satu per satu tahapan produksi. Hal tersebut yang harus dipikirkan untuk dapat menhasilkan video yang berkualitas tinggi, serta menyiapkan alat-alat untuk proses shoting.

2. Produksi

Tahap ini akan tedapat opening tune yang berisikan kompilasi gambar atau kompugrafik nama pemain, pengisi acara, sutradara, penulis, dll. Selanjutnya adalah bumper, bumper merupakan tune pembatas untuk acara drama atau nondrama yang umumnya memakai durasi 30 detik. Selanjutnya produksi Live Action, tahap ini dilakukan persiapan lokasi, shoting, dll.

Pada produksi Live Action atau proses shoting sutradara perlu memperhatikan konsep menonton, yaitu:

• What people want to see

• What people need to see

• What people want and need to see.

3. Pascaproduksi

Compositioning and Editing, dalam pembuatan sebuah film Live action maupun animasi baik itu 2D/3D, pengomposisian dan editing adalah hal paling utama. Pada tahap ini adegan-adegan dari hasil render disatukan dan dirangkai. Jika tahap ini terselesaikan dengan baik, maka Anda akan mudah pada saar compositioning, serta akan memudahkan untuk mengedit scenenya.

Rendering dan Penentuan Video Compositioning codec, pada tahap ini dimana animasi yang Anda buat siap dijadikan output. Outpot baik dalam bentuk VCD, DVD, HDTV, seluloid, ataupun format 3gp. Sehingga video yang anda buat dapat dimuat pada file movie untuk handphone.

Pengolahan Video

Pembuatan video tidak serta merta dilakukan begitu saja, perlu proses yang dilakukan demi mengahasilkan video yang bermutu dan berkualitas. Salah satu bagian penting yang harus dilalui adalah pengolahan serta editing video yang telah dibuat.  Pengolahan video ini meliputi benyak hal meliputi pemotongan, penghapusan bagian tertentu video, pemberikan efek, transisi, music, dan sebagainya.

Dalam pengolahan video ini dapat dilakukan menggunakan berbagai macam software yang bisa Anda dapatkan dengan mendownload di internet. Software yang dapat digunakan beragam sesuai keahlian yang Anda miliki atau sesuai standar kualitas yang diinginkan. Misalnya untuk standar editing Anda dapat mengunakan ulead, pinnacle studio, atau power director.

Untuk video dengan semi professional editing anda dapat menggunakan software sony vegas. Sedangkan  bagi Anda pemiliki keahlian khusus dapat menggunakan software professional editing seperti adobe premier, avid, dan pinnacle liquid. Anda bebas menggunakan yang mana saja sesuai kebutuhan dan keahlian Anda.

Setelah dilakukan proses perekaman gambar, langkah berikutnya adalah proses editing. Preses ini dapat dilakukan melalui software yang  telah disebutkan di paragraph sebelumnya. Untuk proses kerja yang terlibat dalam proses editing digital adalah:

1. Digitizing/capturing yakni, memindahkan image video dari pita ke dalam data digital pada hard disk/cd.

2. Offline editing yakni, memotong/membuang adegan pada video yang tidak menarik dan menyusun ulang setiap adegan pada video dengan mengikuti pada rencana kesinambungannya.

3. Online editing yakni, memasukkan judul video, back sound, dan animasi serta special efek.

4. Rendering yaitu, proses yang dilakukan setelah editing offline dan online selesain dilakukan di dalam komputer. Video ini akan dipindahkan ke luar dalam bentuk VCD atau DVD, namun sebelumnya perlu dilakukan proses finalisasi tampilan agar dapat dibaca sempurna pada semua player.

Beberapa waktu belakangan ini pembuatan video telah menjadi salah satu keahlian penting yang dimiliki banyak orang. Pembelajaran di sekolah ataupun di bangku kuliah juga banyak ditemukan materi tentang video. Hal ini dipicu kecanggihan teknologi yang menjadikan seluruh kegiatan manusia dibuat dalam bentuk video, misalnya saja pelajaran, permainan, dan sebagainya.

Berbagai kalangan enjadikan video sebagai akses memperkenalkan diri, produk, atau sebagainya. Bahkan banyak juga public figure mulai menjadikan video sebagai bisnis seperti halnya vlog yang terdapat di youtube. Dengan begitu banyak bermunculan pula jasa-jasa pembuatan video, dengan peminat yang semakin banyak juga.

Demikian penjelasan mengenai ha-hal penting dan mendasar dalam pembuatan video yang perlu diketahui. Semoga dapat memberi manfaat

 

Daftar Referensi

· Kristiano Widjaja. Kamera dan Video Editing: Cara membuat Video mulai pembuatan cerita. https://books.google.co.id

· Littlefield, Joanne. 2015. Video Production Handbook for Short Educational Videos. Colorado: Colorado State University

· Wahana Komputer. 2010. Panduan Praktis Pinnacle 12 untuk Pengolahan Video. Yogyakarta; Penerbit ANDI.

Bagikan:

Artikel Lain

25 Mar 2019 Update & Announcement
Maunya sih bebas berkarya tapi klien banyak maunya. Solusinya? Yuk kita diskusikan disini!
21 Feb 2019 Video Marketing
Setiap produk yang Anda luncurkan, masing-masing pasti memiliki cerita atau kisah yang unik. Narasi yang Anda berikan kepada masyarakat tentang produk Anda harus berani berbeda, unik dan menarik. Agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas, Anda butuh video.