8 Langkah Pembuatan Video Promosi (Bagian 2)

Video Marketing 02 Jan 2019
ditulis oleh :

Oke, sudah menguasai langkah 1-4 di sini? Sekarang kita bisa melaju ke langkah selanjutnya.

Langkah 5 : Pilih Gaya/Style Video

Kalau sudah berada di titik ini, berarti Anda sudah mengusai dan menjalankan langkah langkah sebelumnya.

Selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah gaya visual dari video tersebut, seperti apa video tersebut akan terlihat.

Gaya visual video bisa hadir dalam berbagai cara, tapi dibawah ini adalah beberapa ide umum yang dapat Anda lakukan.

  • Animasi ; Ilustrasi seperti kartun misalnya dan menjadi hidup melalui proses pembuatan (2D, 3D, dll)
  • Video Shooting; berlawanan dengan animasi, video ini menggunakan aktor yang memainkan peran bergantung pada skrip yang Anda buat.
  • B-Roll ; Rekaman tambahan atau alternatif yang biasanya disispkan pada gambar rekaman utama, digunakan sebagai latar belakang, aksi, flashback dan lainnya.
  • Stock ; Video stock yang bisa Anda beli dan gunakan untuk menciptakan kisah Anda.
  • Live Action; mengkombinasikan video nyata dengan elemen elemen animasi atau spesial efek.
  • Screencast; rekaman digital dari layar komputer yang berisi gerakan, audio atau beberapa jenis demonstrasi.
  • Whiteboard; Ini mirip dengan screencast, namun bayangkan tangan memegang spidol dan menuliskannya di papan whiteboard sebagai medium. Biasanya digunakan untuk menggambarkan pesan dengan ilustrasi.
  • Phone/Tablet/App ; Ini juga mirip dengan screencast, namun Anda menunjukkan sesuatu yang spesifik terlihat pada layar. Contoh klik tombol pada aplikasi maupun website.

Banyak video merupakan hasil dari kombinasi. Bergantung bagaimana kreatifitas dan konsep yang Anda inginkan. Namun pertimbangkan kembali poin 1-4 apakah kreatifitas Anda akan memperkuat pondasinya? Atau malah sebaliknya.

Langkah 6 : Kembangkan Idenya

Oke, anggaplah Anda sudah punya idenya, sekarang saatnya menjabarkannya lebih detil. Untuk melakukannya, disarankan untuk menuliskan sinopsis lebih dahulu. Lalu kerjakan detilnya berdasar dari itu.

Misalnya, sebelum saya menuliskan skrip yang lebih detil, saya biasanya menuliskan sebuah paragraf yang merangkum hal hal yang esensial pada ide di perspektif yang lebih tinggi. Jadi Anda selalu punya dasar untuk kembali ketika dalam tahap membangun naskah sudah kehilangan arahnya.

Nah sekarang kita mulai pikirkan detil dari cerita tersebut. Seperti berikut ini :

Scenes

Ada berapa banyak scene atau adegan nantinya? Berapa banyak lokasi dibutuhkan?

Characters

Ada berapa banyak karakter? Siapa mereka? Bagaimana jalan ceritanya? Bagaimana mereka terlihat?

Audio/voice over/text overlay

Apakah ada suara seseorang di set? Apakah ada background music? Apakah dibutuhkan text yang muncul dilayar untuk penekanan pesan?

Product

Bagaimana produk bisa klik pada alur cerita? Dana berapa banyak dia muncul, kapan dan bagaimana?

Props

Apakah properti utama yang dibutuhkan agar cerita ini kuat?

Final CTA

Apa pesan terakhir yang ingin ditinggalkan pada audiens? Apa yang kita ingin mereka rasakan atau lakukan?

Masih banyak pertanyaan pertanyaan lainnya yang mesti dijawab. Yang penting intinya adalah untuk mencoba menemukan detil sebanyak banyaknya. Jadi ketika Anda mulai menuliskan naskah, semua kepingan itu tinggal disatukan.

Langkah 7 : Tuliskan Naskahnya

Setiap penulis naskah, sutradara, direktur kreatif dan lainnya memiliki caranya sendiri dalam menuliskan naskah. Ada banyak sekali ‘script templates’ tentang bagaimana cara menuliskannya semuanya. Meskipun begitu, hal utama untuk diperhatikan adalah, pastikan hal hal ini berada dalam draft Anda :

  • Nomer scene
  • urutan waktu ketika suatu adegan terjadi
  • audio, dialog, voice over
  • Deskripsi scene, karakter, lokasi, properti dan semua detil yang dibutuhkan.

Anda bisa mencari contoh skrip tersebut melalui pencarian google.

Langkah 8 : Storyboard

Oke skrip sudah, apa artinya sudah selesai? Tidak juga. Ini saatnya bekerja dengan ilustrator, atau desainer untuk menciptakan visual yang sesua skrip.

Storyboard tidak cuma penting untuk Anda dan Tim, tapi juga sangat penting untuk aktor, sutradara dan lainnya, sehingga mereka bisa memahami dan menciptakan visual yang diinginkan. Tidak harus sempurna, namun storyboard dapat menjadi acuan adegan demi adegan.

Baiklah, Anda sudah punya skrip dan storyboard. Saatnya untuk melalukan proses shooting. Jika Anda tidak memiliki tim yang tepat, Ada baiknya Anda bekerja sama dengan vendor atau rumah produksi. Platform videoin.id juga bisa membantu Anda memproduksi video yang Anda inginkan.

(Sumber : Annie Macguire)
Bagikan:

Artikel Lain

30 Jan 2020 Berita
Startup Weekend kembali digelar kali ini di BSD sebagai ajang belajar bikin startup.
12 Jan 2020 Berita
Menghadapi tantangan yang semakin ketat di tahun 2020, videoin.id bekerjasama dengan femalepreneur mengadakan kelas online bagi para UKM untuk bisa dapat naik kelas